Yogyakarta

Yogyakarta atau yang biasa disebut Jogja menyimpan banyak keindahan alam dan bangunan sejarah. BanyakTempat yang menarik untuk di kunjungi di Jogja.  Terdapat banyak kuliner yang lezat-lezat di kota Yogyakarta seperti gudeg, angkringan, kedai kopi dan lainlain. Selain wisata kuliner Jogja pun memiliki keindahan bangunan yaitu candi. Candi Jogja sangatlah terkenal bahkan sudah dikenal di seluruh penjuru dunia. Banyak wisatawan asing datang ke Kota ini untuk mengunjuni candi-candi yang sudah masuk kedalam keajaiban dunia. ada beberapa candi yang ramai dikunjungi wisatawan kami sudah merangkum candi tersebut dalam artikel ini. Langsung aja kita baca 9 Candi Jogja Yang Perlu Kamu Ketahui.

Lihat juga: Open Trip

9 Candi Jogja yang Perlu kamu Ketahui

 

Candi Borobudur

borobudurMemang Candi Jogja sangatlah dikenal diseluruh dunia. Dan Candi Jogja Yang paling dikenal adalah Candi Borobudur.Candi Borobudur adalah Candi Terbesar didunia. Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini hanya berjarak 40 KM dari Kota Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur ditemukan padatahun 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Borobudur merupakan tempat ziarah umat Buddha.

Candi Borobudur sendiri memiliki ritual untuk memasukinya. Dimulai masuk dari pintu timur dan berjalan mengelilinginya searah jarum jam agar bisa memahami pejalanan dari cerita di relief tpada dindingnya. Sepanjang Dinding ini dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha. Borobudur terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar. Borobudur kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan. Tiap tahun umat Buddha yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk memperingati Trisuci Waisak. Dalam dunia pariwisata, Borobudur adalah objek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

 

Candi Barong

Candi Barong berlokasi diatas Bukit Batur Agung di Tenggara keraton Ratu Boko. Candi Barong merupakan Candi bercorak Hindu yang dibuat pada sekitar abad ke-9. Candi yang ditemukan oleh belanda pada tahun 1913 pada saat ingin melakukan perluasaan daerah. Candi Barong mulai dilakukan pemugaran dan perawatan candi dari tahun 1987-1992. Dua buah ratna (puncak candi agama Hindu) lamat-lamat terlihat dari balik deretan pepohonan penghuni Bukit Batur Agung ketika menyusuri jalan di tenggara kompleks Keraton Ratu Boko. Sempat sejenak hilang, kemudian nampak kembali dalam wujud lengkapnya.

Di Dusun Candisari, Sambirejo, Prambanan, dua buah candi “kembar” nan gagah berdiri di atas pelataran tiga tingkat yang luas. Dialah Candi Barong, tempat memuja Dewa Wisnu dan Dewi Sri yang tak lain adalah dewi kesuburan oleh masyarakat Hindu yang kala itu bertani. Mereka begitu mengharapkan anugerah kesuburan di atas bukit karst yang penuh cadas.Candi Barong mempunyai 3 teras yang semakin kearah timur terasnya semakin tinggi. selain candi utama Candi Barong juga memiliki 2candi lain yang konon menurut sejarah candi lain ini digunakaan untuk menyembah dewa wisnu dan Dewi Sri. Waktu berkunjung paling tepat untuk ke Candi Barong adalah saat siang menjelang sore hari. Candi ini menyajikan sunset yang bisa kamu lihat dari puncak teras.

 

Candi Plaosan

candi-plaosanCandi Plaosan terletak di Dusun Bugisan Kecamatan Prambanan tidak terlalu jauh hanya sekitar 1 KM dari Candi Prambanan. Candi Plaosan didirikan oleh Rakai Pikatan yang ditujukan untuk permaisurinya, Pramudyawardani. Kompleks Candi seluas 460mx 290 M ini terdiri dari 2 kelompok yaitu Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Kedua duanya memiliki teras yang berbentuk segi empat yang dikelilingi oleh dinding, bukan hanya itu konstur posisi bangunan kedua Candi ini pun sama. Maka dari itu bila melihat Candi ini dari kejauhan kamu akan melihat kalo kedua Candi ini adalah Candi kembar.

Candi Plaosan Lor memiliki halaman tengah yang luas yaitu sekitar 21.62m x 19m bagian timur pendopo terdapat 3 buah altar, yaitu altar utara, timur dan selatan. Gambaran Amitbha, Ratnasambhava, Vairochana, dan Aksobya terdapat di altar timur. Stupa Samantabadhara dan figur Ksitigarbha ada di altar utara, sementara gambaran Manjusri terdapat di altar barat.

Untuk bangunan Candi Plaosan Kidul juga terdapat pendopo di bagian tengah yang dikelilingi 8 candi kecil yang terbagi menjadi 2 tingkat dan tiap-tiap tingkat terdiri dari 4 candi. Ada pula gambaran Tathagata Amitbha, Vajrapani dengan atribut vajra pada utpala serta Prajnaparamita yang dianggap sebagai “ibu dari semua Budha”. Beberapa gambar lain masih bisa dijumpai namun tidak pada tempat yang asli. Figur Manujri yang menurut seorang ilmuwan Belanda bernama Krom cukup signifikan juga bisa dijumpai.Seluruh kompleks Candi Plaosan memiliki 116 stupa perwara dan 50 candi perwara. Stupa perwara bisa dilihat di semua sisi candi utama, demikian pula candi perwara yang ukurannya lebih kecil.

 

Candi Prambanan

prambananCandi Prambanan adalah salah satu Candi Jogja yang merupakan Candi Hindu tercantik Di dunia. Candi ini terletak 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, di tengah area yang kini dibangun taman indah. Candi yang dibuat pada abad ke-10.

Bangunan Candi yang menjulang tinggi keatas hingga 47 meter membuat kecantikan arsitektur nya tak tertandingi. Pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Candi Prambanan ini dibangun untuk menunjukkan kejayan Hindu di tanah jawa. Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Dan dari setiap candi tersebut memiliki pendamping masing-masing yang menghadap ke barat. yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi.
Memasuki Candi Siwa yang terletak di tengah dan paling tinggi. terdapat 4 ruangan yang masing masing berisi arca Siwa, rca Durga (istri Siwa), Agastya (guru Siwa), dan Ganesha (putra Siwa).

Pada Candi Wisnu kamu hanya menjumpai 1 ruangan yang berisikan arca Wisnu begitupun dengan CandiBrahma hanya ada 1 ruangan yang berisikan arca Brahma.
masih banyak kisah yang bisa didapat Dari Candi Prambanan ini mungkin kamu bisa mengunjunginya untuk mengetahui kelanjutannya.

 

Candi Tara

candi-taraCandi yang selanjutnya adalah Candi Tara. Kebanyakan Orang elalu menyebut Borobudur saat membicarakan bangunan candi Budha. Padahal, ada banyak candi bercorak Budha yang terdapat di Yogyakarta, salah satu yang berkaitan erat dengan Borobudur adalah Candi Tara. Candi yang terletak di Kalibening, Candi yang dibangun oleh konseptor Rakai Panangkaran ini berada di Daerah Kalasan. Candi yang dibangun sekitar tahun 778 Masehi menjadikan Candi Tara sebagai Candi budha tertua di Jogja. Candi yang dibangun sebagai Penghargaan atas perkawinanan Pancapana dari Dinasti Sanjaya dengan Dyah Pramudya Wardhani dari Dinasti Syailendra.

Candi tara adalah Bangunan Candi yang berbentuk Bujur sangkar dengan setiap sisi berukuran 45 meter dantinggi 34 meter. Bangunan candi secara vertikal terdiri dari tiga bagian, yaitu kaki candi, tubuh candi dan atap candi. Bagian kaki candi adalah sebuah bangunan yang berdiri di atas batu berbentuk bujur sangkar dan sebuah batu lebar. Pada bagian itu terdapat tangga dengan hiasan makara di ujungnya. Sementara, di sekeliling kaki candi terdapat hiasan sulur-suluran yang keluar dari sebuah pot. Bila kamu mencermati detail candi Tara kamu juga akan mejumpai relif-relief cantik pada permukaannya. seperti Relief pohon dewata dan awan penghuni khayangan. Di sekeliling canid terdapat banyak stupastupa yang memiliki tinggi sekitar 4,6m yang berjumlah 52 buah. Banyak pengetahuan yang kamu bisa dapata jika kamu berkunjung ke candi ini.

 

Candi Pawon

pawonCandi Pawon merupakan candi yang terletak tepat di tengah garis yang menghubungkan antara cCndi Mendut dan Candi Borobudur. Candi yang berbentuk segi empat dan atap bertingkat yang memiliki sebuah bilik didalamnya berukuran jauh lebih kecil dibandingkan dengan Candi Mendut. Candi Pawon terletak tersembunyi diantararumah penduduk. ATap Candi Pawon yang berbentuk limas dihiasi dengan stupastupa kecil.Dinding Candi Pawon terukir relief para penghuni khayangan seperti burung berkepala manusia (kinara-kinari), Relief Pohon Kaplataru, Relief Pundi-pudi, dan relief bodhisattva. Semua relief tersebut terpahat pada dinding luar candi.

Nama Candi Pawon memiliki beragam makna dan penafsiran yang berbeda. Dalam Bahasa Jawa kata pawon berarti dapur atau tempat yang biasa digunakan untuk memasak. J.G. de Casparis mengatakan bahwa kata pawon berasal dari kata perawuan atau perabuan. Sedangkan penduduk sekitar mengungkapkan bahwa kata pawon berasal dari pawuan yang berarti tempat pembuangan atau pembakaran sampah. Semua kata tersebut merujuk pada satu hal yakni adanya api atau proses pembakaran di Candi Pawon. Entah mana yang benar, namun didalam bilik candi terdapat 6 buah lubang angin yang bisa berfungsi sebagai tempat keluarnya asap hasil pembakaran. Lubang pada Candi Pawon inilah yang membuat Candi Pawon berbeda dengan Candi lainnya. Selain dinamakan Candi Pawon, penduduk lokal juga menyebutnya dengan nama Candi Brajanalan yang berasal dari kata vajra (halilintar) dan anala (api).

 

Candi Mendut

Candi yang terletak 3KM dari Candi Borobudur ini adalah bernama Candi Mendut. Menurut Prasasti Kayumwungan yang ditemukan di Karangtengah tertulis bahwa Candi Mendut dibangun oleh Raja Indra dari Dinasti Syailendra. Candi berbentuk segi empat dengan atap bertingkat dan dihiasi stupa-stupa kecil dibangun lebih dulu dari Candi Pawon ataupun Candi Borobudur. Saat Kamu berjalan mengitari kaki candi kamu akan menemukan beberapa panel relief yang mengisahkan tentang burung dan kura-kura, kera dan burung manyar, brahmana dan kepiting, serta sejumlah fabel lainnya. Dan saat Kamu sudah di Badan Candi kamu akan melihat 8 relief Bodhisattva dengan berbagai sikap tangan serta berukuran jauh lebih besar dibandingkan dengan panel relief di Candi Borobudur.

Didalam Candi terdapat bilik terdapat 3 arca yang memiliki tinggi masing-masing 3 meter. Arca-arca tersebut adalah Arca Dyani Buddha Cakyamuni atau Vairocana, arca Avalokitesvara, dan arca Bodhisatva Vajrapani. Arca Dyani Buddha Cakyamuni yang berada di tengah duduk dengan kedua kaki menyiku ke bawah dan sikap tangan memutar roda dharma. Tak jauh dari Candi Mendut terdapat Buddhist Monastery yang hening dan terbuka untuk umum. Bunga teratai yang bermekaran di kolam serta sejumlah stupa yang berjajar menghiasi jalan masuk Buddhist Monastery. Setiap malam mulai pukul 19.00 – 20.00 WIB, di tempat ini dilakukan ritual chanting atau meditasi dengan cara mendengarkan alunan musik serta nyanyian.

 

Candi Sambisari

candi-sambisariCandi Jogja yang selanjutnya adalah Candi Sambisari. Candi yang ditemukan pada tahun 1966 ini pertama ditemukan oleh seorang petani yang sedang mencangkul disawah yang menemukan Batu berpahat, Batu berpahat yang ditemukan itu diduga merupakan bagian dari candi yang mungkin terkubur di bawah areal sawah. Penggalian akhirnya dilakukan hingga menemukan ratusan bongkahan batu lain beserta arca kuno. Batu-batu itu memang merupakan komponen sebuah candi.
Selang 21 tahun sesudahnya, keindahan candi akhirnya bisa dinikmati. Bangunan candi yang dinamai Sambisari itu berdiri megah di Dusun Sambisari, Kelurahan Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, 10 kilometer dari pusat kota Yogyakarta.

Candi Sambisari diperkirakan dibangun antara tahun 812 – 838 M, kemungkinan pada masa pemerintahan Rakai Garung. Kompleks candi terdiri dari 1 buah candi induk dan 3 buah candi pendamping. Terdapat 2 pagar yang mengelilingi kompleks candi, satu pagar telah dipugar sempurna, sementara satu pagar lainnya hanya ditampakkan sedikit di sebelah timur candi. Masih sebagai pembatas, terdapat 8 buah lingga patok yang tersebar di setiap arah mata angin.
Candi Sambisari tidak memiliki alas seperti Candi jawa lainnya, Kaki-kaki Candi Sambisari lah yang berfungsi sebagai alas.

Bagian Kaki Candi tidak memiliki relif atau hiasan apapun. Hiasan pada Candi hanya ada di bagian tubuh dan puncak candi bagian luar.
Saat menaiki tangga masuk Candi induk kamu akan melhat hiasan berupa seekor singa yang berada dalam mulut makara (hewan ajaib dalam mitologi Hindu) yang menganga.

Figur makara di Sambisari dan merupakan evolusi dari bentuk makara di India yang bisa berupa perpaduan gajah dengan ikan atau buaya dengan ekor yang membengkok. Dan saat kamu berkeliling Candikamu akan menjumpai 3 relung yang masing-masing berisi sebuah arca. Di sisi utara, terdapat arca Dewi Durga (isteri Dewa Siwa) dengan 8 tangan yang masing-masing menggenggam senjata. Sementara di sisi timur terdapat Arca Ganesha (anak Dewi Durga). Di sisi selatan, terdapat arca Agastya dengan aksamala (tasbih) yang dikalungkan di lehernya. Memasuki bilik utama candi induk, bisa dilihat lingga dan yoni berukuran cukup besar, kira-kira 1,5 meter. Keberadaannya menunjukkan bahwa candi ini dibangun sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa.

 

Candi Ijo

candi-ijoCandi Jogja yang selanjutnya adalah Candi Ijo.  Candi yang dibangun sekitar abad ke-9,  di sebuah bukit yang dikenal dengan Bukit Hijau atau Gumuk Ijo yang ketinggiannya sekitar 410 m di atas permukaan laut. Karena ketinggiannya, maka bukan saja bangunan candi yang bisa dinikmati tetapi juga disajikan dengan pemandangan alam dari ketinggian yang indah . Dari ketinggian Candi Ijo yang di bawahnya berupa teras-teras seperti di daerah pertanian dengan kemiringan yang curam. Candi Ijo erdiri atas teras yang berundak-undak. Kompleks percandian utama berada di ujung sebelah timur. Sebuah candi besar yang merupakan candi utama akan kita temukan di ujung timur kompleks percandian. Candi ini menghadap ke arah barat.

Kompleks Candi Ijo terdiri dari 17 struktur bangunan yang terbagi dalam 11 teras berundak. Teras pertama sekaligus halaman menuju pintu masuk merupakan teras yang membujur dari barat ke arah timur. Bangunan pada teras ke-11 berupa pagar keliling, delapan buah lingga patok, empat bangunan yaitu candi utama, dan tiga candi perwara. Peletakan bangunan pada tiap teras didasarkan atas kesakralannya. Bangunan pada teras tertinggi adalah yang paling sakral. Anekaragam bentuk seni rupa dijumpai sejak pintu masuk bangunan yang tergolong candi Umat Hindu ini. Tepat di atas pintu masuk terdapat kala makara dengan motif kepala ganda dan beberapa atributnya. Motif kepala ganda dan atributnya yang juga bisa dijumpai pada candi Buddha menunjukkan bahwa candi itu adalah bentuk akulturasi kebudayaan Hindu dan Buddha. Beberapa candi yang memiliki motif kala makara serupa antara lain Ngawen, Plaosan dan Sari.

Ada pula arca yang menggambarkan sosok perempuan dan laki-laki yang melayang dan mengarah pada sisi tertentu. Sosok tersebut dapat mempunyai beberapa makna. Pertama, sebagai suwuk untuk mngusir roh jahat dan kedua sebagai lambang persatuan Dewa Siwa dan Dewi Uma. Persatuan tersebut dimaknai sebagai awal terciptanya alam semesta. Berbeda dengan arca di Candi Prambanan, corak naturalis pada arca di Candi Ijo tidak mengarah pada erotisme.

Berkunjung ke Candi ijo kamu bisa menlihat pemandangan indah yang tak akan bisa dilihat di candi lain. Bila menghadap ke arah barat dan memandang ke bawah, anda bisa melihat pesawat take off dan landing di Bandara Adisutjipto.

Follow: Facebook   Instagram